ANALISIS PERBANDINGAN RITEL MODERN DAN RITEL TRADISIONAL DI KECAMATAN BULELENG DENGAN KONSEP MARKETING MIX4P PRODUCT, PRICE, PLACE, PHYSICEVIDENCE

Ni Luh Nurkariani
Terbit: March 1, 2019

Abstract

Masyarakat saat kini sudah dimanjakan oleh kehadiran berbagai pusat perbelanjaan bahkan lokasinya kadang-kadang di satu kawasan. Kondisi ini sangat menguntungkan masyarakat karena masyarakat mudah memilih gerai mana yang akan dimasukinya. Ritel merupakan mata rantai yang penting dalam proses distribusi barang dan merupakan mata rantai terakhir dalam suatu proses distribusi. Melalu iritel, suatu produk dapat bertemu langsung dengan penggunanya. Industri ritel dapat didefinisikan sebagai industri yang menjual produk dan jasa pelayanan yang telah diberi nilai tambah untuk memenuhi kebutuhan pribadi, keluarga, kelompok, atau pemakai akhir. Produk yang dijual kebanyakan adalah pemenuhan dari kebutuhan rumah tangga termasuk Sembilan bahan pokok. Berbicara bauran pasar maka kita kenal konsep 4P (product, price, promotion, place) yang telah menjamur di dunia bisnis. Pada dasarnya Marketing mix adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran yaitu: Produk, harga kegiatan promosi dan distribusi, tetapi dengan berkembangnya jaman maka pada saat ini marketing mix berubah menjadi 7 variabel dengan tambahan People, physicevidence dan process.

Kata Kunci: Marketing MIX4P, Perbandingan Ritel, Modern, Tradisional

References

Most read articles by the same author(s)